CILEGON – Pengurus DPC PDIP Kota Cilegon meminta agar hasil pemilihan wakil walikota Cilegon yang berlangsung pada 12 April lalu agar dianulir. Ini lantaran PDIP menuding, bahwa persyaratan administratif yang menjadi syarat utama untuk calon wakil walikota masih ada yang kurang.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Tb Amri Wardhana menuding, salah satu syarat yang tidak dipenuhi oleh calon wakil walikota yang diusung Partai Golkar yaitu Ratu Ati MarliatiĀ  yaitu tidak adanya rekomendasi dari DPP Golkar. “Kami menduga rekomendasi yang diberika sebagai persyaratan itu hanya rekomendasi dari DPD Golkar Cilegon dan DPD Golkar Banten,” katanya dalam konfrensi persnya yang digelar di sekretariat DPC PDIP

Amri menuturkan, berdasarkan aturan tersebut, maka seharusnya wakil walikota yang telah terpilih itu dianulir hasilnya. Ini dikarenakan yang memenuhi syarat itu cuma Reno Yanuar calon yang diusung PDIP. “Jadi yang berhak menjadi wakil walikota itu seharusnya Pak Reno,” tuturĀ  Amri.

Atas hal itu, kata Amri, pihaknya akan mengajukan surat kepada Gubernur yang ditembuskan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang isinya agar hasil pemilihan tersebut dianulir dan Reno yang harus menjadi wakil walikota. “Kenapa harus dibatalkan, karena pemilihan kan sudah terjadi dan sudah berlangsung. Sekarang tinggal nunggu SK nya saja,” ujar Amri.

Dikonfirmasi hal ini, Sekretaris DPD Golkar Cilegon Sutisna Abbas langsung membantahnya. Sutisna meminta agar tudingan itu disertai bukti. “Kata siapa tidak ada rekomendasi dari DPP? Coba buktikan? Kalau tidak ada buktinya, saya juga males mengkonternya,” tandasnya. (umam/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here