Direktur Eksekutif Menara Peradaban Banten Muh Muslih ditanya wartawan di sela-sela peluncuran lembaga Menara Peradaban Bangsa.

CILEGON – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan pemerintah daerah yang ada di wilayah Provinsi Banten dinilai tidak melek sejarah. Sehingga arah perkembangan Banten sebagai sebuah provinsi dan kabupaten/kotanya dirasakan tidak jelas. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Menara Peradaban BangsaMuh Muhlis di sela-sela kegiatan launching lembaga tersebut di Greenotel.

Muhlis menyatakan, dalam konteks peradaban maupun sejarah, Banten ini mempunyai pengalaman historis yang sangat luar biasa. Ini terlihat dari berbagai peninggalan peradabannya yang sampai sekarang masih sering dikunjungi banyak orang. “Tapi sayang, pemerintah daerah masih belum bisa mengelolanya dengan baik hingga menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah),” terang Muhlis kepada oeridab.com, Jumat (20/12).

Oleh sebab itu, kata Muhlis, lembaga yang dipimpinnya akan berupaya menggali apa saja yang sekiranya bisa memberikan dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat. “Yang diharapkan, apa yang kita lakukan bisa berdampak terhadap kebijakan pemerintah daerah,” ujar Muhlis.

Dikatakan Muhlis, saat ini pihaknya tengah membangun komunikasi dengan sejumlah dinas di lingkungan Pemprov Banten terkait apa yang bisa dilakukan Menara Peradaban Bangsa untuk turut serta berkontribusi membangun Banten. (umam/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here