Rakorda. Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi memaparkan progres pembangunan Kota Cilegon kepada para tamu undangan khususnya kepada Gubernur Banten Wahidin Halim

CILEGON – Pemkot Cilegon bersama Pemprov Banten menggelar rapat koordinasi daerah (rakorda) yang dilangsungkan di Aula DPRD Kota Cilegon. Dalam kegiatan tersebut hadir Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi, Sekda Sari Suryati, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan para undangan lainnya.

Plt Walikota Edi Ariadi mengatakan, pihaknya merespons positif dukungan Gubernur Provinsi Banten terhadap upaya penanggulangan banjir untuk membantu menemukan solusi yang terbaik. “Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah membantu memberikan upaya penanggulangan banjir sehingga dapat menemukan solusi yang terbaik dalam membantu melakukan identifikasi penyebab bencana banjir yang berasal dari kiriman wilayah Kecamatan Mancak Kabupaten Serang,” katanya kepada wartawan, Rabu (9/5)

Edi berharap, adanya bantuan dari Pemprov dalam pembangunan Kota Cilegon. Pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) diharapkan menjadi pusat industri padat karya, industri menangah, dan kecil. “Kami harap pembangunan JLU berdampak pada multiplier effect bagi wilayah utara cilegon, dan saya berharap rapat kerja ini bisa tetap meningkatkan kinerja dan sinergi kita. Antara Pemkot Cilegon dengan Pemprov Banten” kata Edi

Edi menyebutkan, selain itu proyek besar lain di Kota Cilegon juga telah banyak yang tuntas. Diantaranya alun-alun dan Islamic Center. “Saat ini masih ada proyek besar yang belum tuntas yakni sport center, Pelabuhan Warnasari, JLU, dan yang lainnya. Saya meminta dukungan Pak Gubernur untuk membantu kami dalam menyelesaikan permasalahan ini,” sebut Edi.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pengangguran di sekitar masyarakat masih ironis dikarenakan masyarakat sekitar belum mengoptimalkan keterampilan yang dimiliki. Oleh sebab itu, perlu adanya kerja sama pembangunan di setiap wilayah kota kabupaten agar dapat mengatasi permasalahan yang komprehensif. “Akibat permasalahan pembangunan yang masih belum optimal sehingga masih banyak masayarakat yang menganggur. Hal ini bisa terjadi lantaran belum terbentuknya kerja sama yang optimal. Untuk itu Pemprov akan memfasilitasi semua kebutuhan yang diminta dan perlu dimotori oleh kepala dinas masing-masing organisasi perangkat daerah sebagai penghubung,” terangnya. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here