Razia: Petugas gabungan melakukan razia terhadap rumah warga yang tinggal di sepanjang bantaran rel kereta api di Lingkungan Penauan dan Lingkungan Cigading Pasar.

Rumah Warga Disisir

 

 

CILEGON – Puluhan rumah yang terletak di sepanjang rel kereta api di Lingkungn Penauan dan Lingkungan Cigading Pasar, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten dirazia, Jumat (18/5). Razia dilakukan Satpol PP Kelurahan Kubangsari dan Kecamatan Ciwandan, serta petugas kepolisian, Babinsa, dan Babinkantibmas.

Razia dilakukan untuk memastikan agar Kubangsari aman dan terbebas dari orang-orang yang diduga teroris. Selain itu, juga untuk mengingatkan masyarakat, jika mereka tinggal bukan di lahan milik mereka.Dan bila sewaktu-waktu dari PT KAI melakukan pembongkaran paksa, masyarakat jangan kaget.

Kepala Seksi (Kasi) Trantibum Kelurahan Kubangsari Heryanto mengatakan, kegiatan razia itu dilakukan untuk memastikan data kependudukan masyarakat. “Mereka tinggal di bantaran rel kereta api. Secara kependudukan mereka punya KTP. Tapi, mereka tinggal bukan di tanah milik mereka sendiri,” katanya.

         Heryanto menjelaskan, karena mereka tinggal bukan di tanah milik sendiri, pihaknya mengingatkan jika nanti dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melakukan penggusuran, pihak kelurahan tidak akan turut campur. “Kalau ada apa-apa, kami sudah mengingatkan,” jelas Heryanto.

Kata Heryanto, razia itu juga dilakukan dalam rangka antisipasi dan pencegahan dari orang-orang yang diduga terlibat terorisme. “Karena ada imbauan, ya sekalian saja kami lakukan razia ini agar permukiman di sini aman dari teroris,” ujar Heryanto.

Heryanto menyebutkan, terdapat sebanyak 25 kepala keluarga (KK) yang bermukim di lokasi tersebut. “Tapi kalau untuk jumlah jiwa, semuanya mencapai 90 orang. Setelah didata kependudukannya dan diingatkan, ya kami persilakan untuk pulang ke rumah masing-masing,” sebut Heryanto.

Heryanto berharap, melalui kegiatan operasi tersebut, masyarakat yang tinggal di bantaran rel kereta api bisa sadar dan paham bahwa mereka tinggal di tempat yang berbahaya dan lahannya bukan milik mereka. “Itu sih harapan kami,” harapnya.

Sementara Kasi Trantibum Kecamatan Ciwandan Edi qudaratullah menambahkan, pihaknya hanya membantu tugas aparatur Kelurahan Kubangsari. “Sekaligus juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan siskamling di lingkungan warga,” tambah Edi.

Menurut Edi, belakangan ini isu terorisme kembali marak dan hangat sehingga pihaknya perlu mewaspadai dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Meski belakangan ini isu teroris terus marak, semoga masyarakat yang tinggal di dua lingkungan tersebut bisa terhindar. Jangan sampai teroris masuk ke permukiman tempat tinggal kita,” harapnya. (aa/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here