CILEGON – Terhitung sejak 11 Juli lalu, Pemerintah Kota (Pemkot)  Cilegon sudah tidak melayani persalinan. Ini lantaran biaya jaminan persalinan yang dialokasikan pusat untuk Kota Cilegon sudah habis.

Karena hal itu, akhirnya Dinas Kesehatan (Dinkes)  Cilegon memberitahukan jika pihaknya sudah tidak bisa melayani persalinan yang menggunakan anggaran biaya jaminan persalinan dari pusat.

“Saat ini kondisi ekonomi terus menurun, jumlah pengangguran terus bertambah. Sehingga berdampak terhadap bertambahnya rakyat miskin. Atas hal ini, maka berdampak juga pada anggaran biaya jaminan persalinan”, kata Pelaksana Tugas (Plt)  Kepala Dinkes Cilegon Dana Sujaksani kepada oeridab.com, Jumat (17/7).

Kata Dana, pemanfaatan biaya jaminan persalinan tahun ini sudah berjalan. “Tapi kan karena pagu anggarannya dari pusat, maka pelayanannya kita hentikan lantaran anggarannya sudah habis”, ujar Dana.

Atas hal itu, Dana pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait. “Kami mengucapakan kepada Bapak/Ibu Direktur rumah sakit, kepala puskesmas, pemilik klinik, praktik mandiri bidan, yang telah membantu pemanfaatan dana tersebut”, imbuhnya.

Ditanya lebih lanjut, kata Dana, semua sudah sesuai dengan yang ada dalam surat tersebut.  (tala/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here