Tetap optimis. Pasangan tuna rungu di Tangerang tetap optimis di masa pandemi dengan membuka jasa cuci mobil.

TANGERANG  –  Pasangan suami istri buka jasa cuci mobil di wilayah Tangerang, Banten viral di platform media sosial. Pandemi virus covid-19 yang masih menjadi ‘momok’ menakutkan, nyatanya tak membuat mereka putus asa berjuang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagian orang mendengar hal itu tentu biasa, bertahan hidup di tengah pandemi kemudian memutar otak. Sebab, mereka pun sama berjuang untuk bisa memenuhi kebutuhan dengan cara-cara yang lain dan tentu halal.

Pasangan suami istri ini bernama Dana Bayu Ghilar (35 tahun) dan Widya (29). Mereka berdua merupakan pasangan tuna rungu dan tinggal menumpang di salah satu rumah orang tuanya.

Bayu sebelumnya bekerja di Go Auto dari Thisable yang bekerja sama dengan Go-life. Semenjak Go-life resmi ditiadakan di aplikasi Gojek, Thisable tak bisa membantu Bayu lagi.

Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Bayu dan Widya. Sejak Go Life tutup, mereka masih mendapatkan order cuci mobil dari pelanggan. Bahkan, beberapa hari lalu viral di beberapa platform media sosial.

Mereka berdua memiliki kekurangan dalam berkomunikasi. Setiap kali mendapat orderan, Widya mengambil peran setiap kali ada warga yang mengorder jasa mereka berdua.

Widya bisa membaca dan membalas pesan whatsapp. Namun, bicara lewat telepon meski agak sulit. Sedangkan Bayu benar-benar kesulitan dalam berkomunikasi. Dia hanya bisa mengunakan bahasa isyarat.

“Mas Bayu punya masalah sulit komunikasi, cuma hanya bahasa isyarat. Kalau saya yang bisa komunikasi via tulisan di handphone atau bicara pelan-pelan, kadang-kadang jelas dan kadang pun enggak jelas,” kata Widya, Jumat (7/8) sebagaimana dikutip republika.co.id

Widya pun selalu menemani Bayu dengan sabar selama melakukan aktivitas sehari-hari termasuk kini jasa cuci mobil yang dikerjakannya. “Jika ada yang booking, biasanya komunikasi sama saya, tapi bukan ke mas Bayu,” ungkapnya.

Mereka berdua kini tinggal di rumah orang tua Bayu yang terletak di kawasan Larangan, Kota Tangerang. Sambil berusaha, mereka berdua tengah mengumpulkan biaya untuk bisa hidup mandiri.

Sebelum jasa cuci mobil mereka viral, Bayu menceritakan berawal pada 27 Juli, aplikasi Go Life akan tutup selamanya. Ia pun mendapatkan satu orderan terakhir Go Auto di Bintaro.

“Terus saya layanan cuci mobil ke Pak Dimas. Saya tanya emang mau ditutup ya,” ungkapnya.

Karena merasa prihatin, Dimas kala itu memberikan testimoni positif atas layanan Bayu dan istrinya. Testimoni tersebut dia sebarkan di grup Facebook warga Bintaro dan akhirnya menjadi viral.

“Jadi Pak Dimas bantu sebarkan ke sosial media. Kalau saya butuh kerja carwash sesuai kemampuan saya. Dari pada susah cari pekerjaan, belum ada lowongan, jadi terpaksa saya tetap buka layanan carwash,” katanya.

Namun, jasa cuci mobil yang mereka kerjakan tak lagi menggunakan aplikasi layaknya waktu lalu. Dia pun mengungkapkan dalam sehari, Bayu bisa mendapat sembilan sampai dengan 10 pelanggan yang hendak cuci mobil. Biaya jasa yang ditawarkan pun cukup murah, sekitar Rp 70 ribu saja untuk layanan cuci mobil, vacum, dan wax.

“Selalu saya bersyukur, yang penting mencari halal demi istri dan keluarga saya. Ada banyak pengganguran dan mengeluh. Tetapi saya gak berpikir putus asa. Tetap ada langganan lagi,” tutur Bayu. (mam/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here