Atap untuk area pejalan kaki rusak. sampai sekarang dibiarkan begitu saja.

 

CIBEBER – Para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya mulai berdatangan ke Terminal Seruni yang terletak di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedalemen, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Para pemudik ada yang naik bus kota di depan agen tiket yang berada di luar terminal. Namun ada juga pemudik yang naik bus dari dalam terminal.

Pantauan wartawan, Minggu (10/6), jumlah bus kota antarprovinsi yang berada didalam terminal mencapai belasan bus. Ditambah lagi yang menaikan penumpang di depan agen tiket bus. Namun sayang, ketika para pemudik mulai berdatangan ke terminal dan bus juga banyak yang memanfaatkan terminal, kondisi terminal sudah tidak terurus.

Sejumlah fasilitas seperti atap gang way sudah rusak dan jebol. Tapi sampai sekarang masih tetap dibiarkan begitu saja. Belum lagi tempat yang digunakan para penjual di terminal yang sudah mulai banyak yang lapuk. Tidak hanya itu, rerumputan di area terminal juga tampak tidak terurus lantaran tidak rapi karena tidak ada yang memotong.

Sayangnya, ketika akan dikonfirmasi, di Kantor UPTD Terminal Seruni, tidak satu pun terlihat petugas terminal atau pegawai Dinas Perhubungan (Dishub). Yang ada justru pegawai Puskesmas Kecamatan Cibeber yang sedang piket lantaran kantor terminal Seruni juga dijadikan posko kesehatan pada arus mudik tahun ini.

Yanto petugas kesehatan Puskesmas Cibeber yang sedang piket mengatakan, untuk sementara kantor ini digunakan sebagai posko kesehatan. “Jadi tidak ad pegawa atau petugas Dishub di sini,” katanya kepada Radar Banten kemarin.

Yanto kemudian mengarahkn wartawan ke gedung satunya yang terletak di belakang dekat dengan tempat para penjual berdagang. Tapi lagi-lagi sayang. Setelah wartawan kesana, disana juga tidak da petugas. Yang justru para sopir bus yang sedang melepas lelah.

Kata Yanto, untuk jumlah pemudik, dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jumlahnya sudah mulai bertambah. “Cuma berapa jumlahnya saya tidak tahu. Yang jelas jumlahnya memang mengalami penambahn jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Karena hari ini (kemarin-red) yang terbanyak,” ujar Yanto.

Sementara salah seorang pemudik, Indra amat menyayangkan terminal yang kondisinya sudah tidak teurus. “Terminal ini kan dibangun miliaran rupiah. Kok sekarang jadi kayak begini. Terus dinasnya kerjanya ngapain aja,” terang Indra.

Indra berharap, dinas terkait secepatnya memperbaiki sejumlah fasilitas terminal. Ini dilakukan supaya tidak terlihat kumuh dan tidak terurus. “Ketika penumpang dan bus sudah memanfaatkan terminalnya, ternyata terminalnya seperti tidak dijaga dengan baik,” harapnya.

Diketahui, pada tahun lalu sejumlah pejabat Dishub melakukan kunjungan kerja (kunker) ke salah satu kota di Yogyakarta. Kunker itu dilakukan dengan alasan Dishub ingin memperbaiki terminal Seruni. Tapi sayang, sampai sekarang perbaikan fasilitas satu pun tak terlihat.

Bahkan Kepala Dishub Andi Affandi pernah berjanji, terminal itu akan diperbaiki secepatnya pada tahun lalu. Akan tetapi, sampai sekarang hal itu masih belum tercapai. Ketika dikonfirmasi, Kepala UPTD Terminal Seruni M Robi  tak merespons panggilan wartawan. (aa-rb/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here