CILEGON – Menanggapi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 06 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Percepatan Penanganan Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) dalam rangka implementasi dari Inpres tersebut.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, dalam rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Gugus tugas Percepatan penanganan covid-19 Provinsi Banten melalui aplikasi zoom di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Minggu (23/08), pada prinsipnya dalam Inpres no. 06 tahun 2020 menekankan adanya penegakan hukum terhadap protokol kesehatan.

“Soal ini hanya dapat diatur dengan Peraturan Kepala Daerah dalam setiap tingkatan, karena dalam peraturan tersebut akan ada sanksi yang diterapkan bagi pelanggar,” ungkapnya.

Edi menjelaskan, sanksi dan denda tidak dapat ditegakkan berdasarkan instruksi dan sebagainya. “Sanksi dan denda bisa ditegakkan melalui peraturan dari pimpinan daerah itu sendiri, oleh karena itu Pemkot Cilegon perlu mengeluarkan perwal mengenai percepatan penanganan covid-19 di Kota Cilegon”, tuturnya.

Kata Edi, Pemkot Cilegon akan menerapkan apa yang tertuang didalam Inpres No. 06 tersebut. “Mengenai Perpres No. 06 Tahun 2020, kami mencoba merancang peraturan walikota yang isinya adalah bagaimana yang tertuang didalam undang-undang tersebut, kami juga akan berkoordinasi dengan TNI-POLRI, nampaknya kita memang harus tegas di lapangan termasuk kepada masyarakat dan juga tim gugus tugas,” katanya.

Edi menjelaskan, perwal yang dikeluarkan Pemkot semata-mata untuk mengurangi penyebaran covid-19. “Perwal ini nantinya diharapkan akan memberikan penekanan kepada masyarakat agar kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan itu tinggi, kita sudah melakukan penekanan untuk selalu menjaga protokol kesehatan, dan saat apel new normal kemaren juga saya menegaskan kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker, menghindari kerumunan juga menerapkan pola hidup bersih, karena covid-19 ini masih ada, dan kita harus bisa melawannya dan itu dimulai dari diri kita sendiri,” tegasnya.

Edi menjelaskan, Pemkot Cilegon telah melakukan razia kepada masyarakat yang tidak disiplin yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Edi berharap, masyarakat Kota Cilegon akan mentaati protokol kesehatan agar dapat menghentikan penularan covid-19.

“Masih banyak masyarakat yang belum disiplin, oleh karena itu hari ini kami telah sepakat untuk menjalankan inpres No. 06 itu termasuk didalamnya dengan menerapkan denda¬† bagi masyarakat yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, terkait denda kita serahkan tim di lapangan, tapi kita sudah sepakati paling tinggi sebesar 150.000, saya berharap dengan berlakunya denda ini masyarakat dapat lebih mentaati protokol kesehatan,” pungkasnya. (mam/red)¬†

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here