CILEGON – KPU Cilegon menggelar konfrensi pers Selasa malam (8/9) sekira pukul 23.00 WIB terkait adanya isu bakal calon (balon)  walikota terkonfirmasi positif covid-19.

Ketua KPU Cilegon Irfan Alfi menyatakan, bahwa ada satu calon walikota yang terdeteksi terkonfirmasi covid-19 yaitu Ratu Ati Marliati.

Kata Irfan, ini berdasarkan keterangan dari tim pemeriksa kesehatan rumah sakit, hadir disini Ketua Tim Pemeriksa Rumah Sakit, Dr.Didiet Pratignyo, dan IDI Cilegon.

“Kasus ini bukan hanya terjadi di Cilegon, tapi dari seluruh Indonesia, sudah hampir 37 kasus. Ini tidak berimplikasi secara otomatis untuk membatalkan calon, tapi nanti ada fase dan tahapan untuk beristirahat atau isolasi mandiri, sampai dinyatakan negatif untuk kemudian dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.

 

Terpisah, bakal calon (balon) Walikota Cilegon, Ratu Ati Matliati yang diisukan terkonfirmasi (positif) covid-19 langsung membantahnya. Melalui sambungan telepon, Rabu (9/9) malam Ati mengklarifikasi isu yang menyatakan dirinya positif.

Ati mengatakan, berdasarkan hasil tes swab ulang yang dilakukan di dua rumah sakit, Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) dan Rumah Sakit Siloam pada Selasa (8/9), dirinya dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah. Ibu sehat-sehat saja.Ibu juga sampai kaget ada berita itu. Makanya, ibu coba melakukan tes ulang, karena dari awal pada saat ibu pendaftaran, sudah dinyatakan negatif. Dan alhamdulillah pendaftaran berjalan lancar,” katanya.

Adanya isu tersebut, Ati mengaku sempat membuatnya kaget. Lantaran hal itu, dirinya langsung melakukan tes swab ulang untuk memastikan kebenarannya.

Ini dikarenakan sebelum mendaftar sebagai calon walikota di KPU pada 4 September lalu, dirinya telah melakukan tes swab dan dinyatakan negatif covid-19.

“Makanya ibu menunda tidak ikut tes kesehatan, supaya kita punya data yang jelas. Karena ibu sendiri pun tidak punya gejala apa-apa. Dan hasil yang diperoleh di RSKM, alhamdulillah dinyatakan negatif. Begitu juga hasil dari RS Siloam,dinyatakan negatif,” ungkapnya.

Hasil tes swab dari RSKM dan RS Siloam itu, jelas Ati, langsung disampaikan dan dikoordinasikan oleh timnya ke tim pemeriksa kesehatan RSUD dan KPU Cilegon.

“Karena Ibu merasa sehat, dan ini didukung oleh dua rumah sakit yang benar-benar terjamin, tidak mengada-ada, silakan di kroscek ke RSKM dan ke RS Siloam,” jelasnya.

Ati berharap, KPU dan RSUD dapat berlaku adil dalam pelaksanaan pilkada Cilegon.

“Itu yang Ibu harapkan, karena kan Ibu punya hak yang sama dengan warga negara yang lain. Ibu sudah melakukan hasil tes yang sama, dan ini berharap ibu bisa mengikuti tes kesehatan bersama dengan yang lain,” tuturnya.(tala/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here