CILEGON – Ribuan pegawai yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dirapid test secara massal. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan rapat evaluasi percepatan penanganan covid-19.

“Pak wali menginstruksikan  kami agar merapid seluruh pegawai yang ada di Pemkot. Kami sudah buatkan jadwal dan hari ini di Setda (Sekretariat Daerah) ada 380 pegawai yang akan dirapid test,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dana Sujaksani kepada wartawan, Kamis (10/9).

Menurutnya, rapid test secara massal ini dilakukan demi keberlangsungan hidup bersama. Dengan rapid test bisa mengetahui jika ada pegawai di lingkungan pemkot yang reaktif.

“Ya, setelah rapid ini paling tidak pegawai kami aman. Karena virus ini ada dimana mana dan tidak dapat dikendalikan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pelaksanaan rapid test dilakukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkot Cilegon. Terlebih, kepada OPD yang secara langsung memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kami prioritaskan OPD yang melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Nah sekarang setda, pokoknya kami upayakan untuk menggiring semuanya, karena ini bukan untuk kepentingan sendiri tapi lingkungan supaya mereka mau dirapid test. Kalo gak mau berarti tanda tanya. Kenapa bisa gak mau, nanti ada absennya. Kalo ada pegawai yang reaktif diisolasi di rumah masing-masing dulu selama 14 hari,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aziz Setia Ade mengatakan, untuk kasus covid-19 hari Kamis (10/9) jumlah kasusnya 175. Kemudian, kata dia, diisolasi 66 dan yang selesai 101 serta yang meninggal ada 8 Orang.

“Bu wakil belum termasuk, karena data yang kami terima dari Dinkes bukan dari KPU atau manapun. Ini data resmi dari Dinkes yang ditembuskan ke provinsi,” pungkasnya. (lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here