SERANG – Di Kota Serang, Banten saat ini merupakan hari kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB di Ibu Kota Banten itu sendiri dimulai sejak (10/9) hingga (26/9) nanti.

Dalam pemberlakukan PSBB tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membuat delapan pos titik cek poin di sejumlah lokasi perbatasan pintu masuk Kota Serang.

Delapan pos titik cek poin yang disiapkan Pemkot Serang tersebut yaitu di Gerbang Tol Serang Timur, Gerbang Tol Serang Barat, Pertigaan Parung akses menuju Terminal Pakupatan, Perempatan Boru Curug, Pertigaan Sempu, Perempatan Jalan Raya Taktakan dekat Brimob Polda Banten, Simpang Kepandean akses dari Kota Cilegon dan Jalan Raya Sawah Luhur.

Pantauan Oeridab.com di lokasi, salah satu cek poin di Gerbang Tol Serang Timur, sejumlah warga dilakukan cek suhu badan, tidak hanya itu, sejumlah warga yang tidak memakai masker pun kena sanksi petugas. Ada yang disanksi menghafal Pancasila dan ada juga disanksi squat jump

Doni salah satu pengendara berasal dari Bekasi yang melintas menuju Kota SerangĀ  mendapat sanksi berupa Squat Jump karena dirinya tidak menggunakan masker.

“Saya dari Bekasi tidak tahu saya kalau ada PSBB, makanya tidak pakai masker, tapi mantaplah, ini bagus ada PSBB. Semoga ke depannya lebih baik lagi,” katanya kepada wartawan usai diberi sanksi petugas cek poin di Gerbang Tol Serang Timur, Jumat (11/9).

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polres Serang Kota, Brigadir Bobhy mengungkapkan, dalam kegiatan PSBB tersebut sasarannya masker, cek suhu tubuh, dan pembatasan orang didalam kendaraan.

“Suhu 37 ke atas belum ditemukan, namun untuk penggunaan masker masih ada aja yang bandel. Ada beberapa khususnya pengendara tronton itu ada yang masih tidak menggunakan masker,” ungkapnya.

Sanksi bagi yang tidak menggunakan masker yaitu menyebutkanPancasila, sambung Bobhy, menyanyikan Indonesia Raya atau, kata dia, berbentuk fisik yaitu Pus Up atau Squat Jump.

“Kita belum kenakan masalah denda, apabila masih mengulangi terus maka denda kita gunakan. Sampai hari ini kita jumlahkan ada delapan sampai sepuluh orang yang kita tindak, kebanyakan yang tidak pakai masker,” imbuhnya.

Bobhy menuturkan, bagi yang ditemukan suhu tubuh 37,5 maka akan diputar balik ke daerah asal, dan didalam kendaraan harus 50 persen dari jumlah bangkunya, jika lebih, maka akan diputar balik juga.

“Jika suhu tubuh tinggi yaitu 37 kita kembalikan ke daerah asal. Sesuai dengan aturan pemerintah. Didalam kendaraan 50 persen dari bangkunya, sanksinya kita kembaikan ke daerah asalnya,” tandasnya.(lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here