CILEGON – Sebanyak 75 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menamakan perkumpulannya sebagai Gerakan Rakyat Anti Kemaksiatan (GEBRAK) merasa resah dengan adanya aktifitas tidak sepantasnya yang kerap terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon. Oleh karena itu, Kamis (17/9) pihaknya melayangkan surat permohonan audiensi kepada Walikota Cilegon Edi Ariadi.

Diketahui, surat permohonan audiensi tersebut dilayangkan dengan harapan mereka bisa bertatap muka dengan Walikota Cilegon dan menyampaikan aspirasi keresahan masyarakat.

“Jadi, masyarakat yang ada di sekitaran jalan lingkar selatan, bersama-sama menggunakan wadah DKM. Awalnya cuma di sepanjang jalan lingkar yang masih ada di lokasi Kramatwatu, Waringin Kurung, Kecamatan Cilegon dan Cibeber, awalnya itu saja,” kata Ketua DKM Baitul Mutakin, Ferdi Raihan saat ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Kamis (17/9).

Namun, kata dia ternyata lokasinya berkembang hingga sampai ke pusat Kota Cilegon. Termasuk,  majelis-majelis juga merasakan keresahan yang sama pada aktifitas tersebut.

“Jadi masyarakat nih, pengen menemui pemimpin nya. Bagaimana nih kondisinya tentang lingkar selatan yang menurut kami sudah sangat parah sekali. Kalau dulu kami bawa anak dan istri untuk ber kuliner disitu masih berani, tapi sekarang kalau udah lewat waktu Isya itu kami cuma lewat kesana aja sudah sangat khawatir,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dari seluruh DKM yang tergabung, pihaknya berhasil mengumpulkan 2.600 tandatangan dari para jama’ahnya. Dikatakan Ferdi, tandatangan tersebut sebagai petisi guna menyampaikan aspirasi masyarakat yang menginginkan penutupan tempat maksiat yang berada di sekitar JLS tersebut.

“Nah, sekarang kami mau antar nih petisinya ke Pak Wali. Karena kami kan namanya masyarakat kecil gak mau ada hal-hal yang sifatnya bukan kapasitas kami, misalnya aksi atau turun ke jalan gitu. Kami gak mau melakukan hal-hal demikian. Makanya, kami lewat petisi saja, meminta responnya dari Pak Wali untuk bisa beraudiensi,” tuturnya.

Ia berharap, Walikota Cilegon Edi Ariadi dapat merespon baik surat permohonan audiensi tersebut. “Harapian kami mengirimkan petisi ini, mudah-mudahan dari Pak Wali itu merespon untuk beraudiensi dengan kami, dan waktunya kapan nanti kami minta dari beliau, hari ini kami mengantarkan dulu surat permohonan kami supaya bisa beraudiensi dengan beliau,” pungkasnya.(lazo/red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here