CILEGON – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten secara tegas akan memberikan sanksi kepada perusahaan penyeberangan yang tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam pelayaran. Saat ini, telah ada satu kapal yang diberikan sanksi karena tidak menerapkan prokes saat proses pelayaran dari Merak ke Bakauheni beberapa waktu lalu.

“Penumpang dan kru kapal wajib menggunakan masker. Pihak kapal wajib menyediakan sarana cuci tangan seperti hand sanitizer atau sabun, dan menjaga jarak, serta ditambah pengukuran suhu tubuh kepada penumpang kapal saat memasuki kapal,” kata Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Endi Suprasetio, Selasa (22/9).

Ia mengatakan, pihaknya akan menindak tegas terhadap perusahaan pelayaran yang tidak menerapkan protokol kesehatan di atas kapal penyeberangan. Dikatakan Endi, prokes yang dimaksud adalah 3M yairi Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak.

“Sudah ada satu kapal yang tidak kami berikan jadwal berlayar satu trip karena tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, standar operasional prosedur (SOP) prokes telah diberikan sejak awal Pandemi Covid-19. Selain itu, kata Dia, pihaknya juga akan membuka layanan pengaduan melalui akun media sosial milik BPTD Wilayah VIII Banten.

“Layanan aduan kami buka, penumpang yang tidak puas atas protokol kesehatan yang tidak diterapkan kami imbau agar bisa disampaikan ke medsos kami, baik whatsapp, instagram maupun Facebook”, pungkasnya.(lazo/red))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here