CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon menggelar rapat koordinasi khusus terbatas terkait peningkatan status Kota Cilegon menjadi zona merah di ruang ruang rapat Walikota Cilegon, Rabu (23/9).

“Penyebab zona merah tadi dilihat Ibu Sekda (Sekretaris Daerah) ternyata dari industri dan pelabuhan, karena angkanya masyarakat tuh cuma ada empat, sedangkan industri tuh tadi hampir berapa belasan. Ada angkanya karena KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) itu hampir 36 dan 13 itu bukan penduduk sini,” kata Walikota Cilegon, Edi Ariadi kepada wartawan, Rabu (23/9).

Edi mengaku, dirinya tengah melakukan tindakan cepat guna menakan angka peningkatan kasus covid-19 di Kota Cilegon. Kata dia, saat itu juga dirinya telah melayangkan surat kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten.

“Tadi saya kasih surat langsung ke Lanal dan KSOP atau mana lah,” terangnya.

Selain itu, ia mengatakan, bahwasanya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon itu juga minim terkait kasus covid-19.  Kata dia, hanya ada satu kasus di Dinas Satpol-PP dan empat kasus di lingkungan pemerintah.

“Di perkantoran justru sedikit, meskipun saya suruh rapid test. Cuma ada satu di Pol PP dan empat disini,” ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan, bahwa zona merah di Kota Cilegon sebelumnya terdapat pada tiga kecamatan yaitu di Cibeber, Cilegon dan Purwakarta.

“Nah, kebanyakan itu kan mereka pekerja. Berarti mereka terpaparnya dari tempat kerja, atau karena dia kerja di Tangerang. Pokoknya harus ada penelitian yang harus bener-bener,” pungkasnya.(lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here