BOGOR – Puncak arus balik Lebaran mulai terjadi pada Senin (18/6). Pantauan  oeridab.com, arus balik Lebaran dari arah Cianjur menuju Jakarta mengalami kemacetan sejak pagi hari. Sedangkan sebaliknya, arah dari Jakarta atau pun Bogor menuju puncak tidak terlalu macet. Kemacetan bahkan mengular dari puncak sampai Ciawi.

Salah satu penumpang kendaraan roda empat yang baru saja meluangkan libur Lebarannya di puncak mengatakan, ketika dirinya akan pulang dari puncak menuju Jasinga, kemacetan parah sudah tidak bisa dihindari. “Untung ada warga yanng mau memandu ke jalan alternatif,” katanya kepada oeridab.com.

Bilkis menuturkan, sebelumnya diantarkan oleh pemandu jalan, terlebih dulu terjadi tawar-menawar harga. “Pemandu meminta jasa memandu Rp150 ribu. Sedangkan keluarga saya meminta Rp120 ribu. Tadinya sang pemandu tidak mau. Tapi ketika melihat sudah mulai menstater motornya, ternyata jadi” tutur Bilkis.

Alasan pemandu kendaraan memandu jalan alternatif selain jarak yang jauh, kata Bilkis, juga disebabkan dia sendiri yang membayar tiket masuk ke tempat wisata perkebunan teh yang ada di Taman Pegunungan Mas. “Bahkan sang pemandu juga lah yang harus merogoh kocek untuk ketika diminta ala kadarnya terhadap warga sekitar yang mengatur lalulinta di sepanjang jalan alternatif,” ujar Bilkis.

Berkat jasa pemandu itulah, kata Bilkis, akhirnya ia sampai di rumahnya sekita pukul 19.00 WIB. “Tujuan kami Rangkasbitung. Karena khawatir macet jika harus melintas jalanan ibukota Jakarta, akhirnya kita melintasi tol Jagorawi, kemudian keluar di gerbang tol Sentul Selatan dan masuk lagi kedalam tol dalam Kota Bogor menuju Parung, Pamulang, Serpong, masuk tol Cikupa dan keluar tol Cikande,” imbuh Bilki.

Kata Bilkis, dirinya merasa lega, karena jalur yang dilintasi itu telah membantu dirinya pulaang cepat. (aa/red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here