CILEGON – Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Gedung DPR-RI pada Senin (5/10) berbuntut pada seluruh buruh di berbagai daerah untuk melakukan mogok nasional dari tanggal 6 hingga 8 Oktober mendatang. Hal itu juga terjadi di Kota Cilegon. Mereka melakukan mogok kerja persis di depan perusahaan masing-masing, diantaranya di kawasan Ciwandan, Merak hingga depan gedung DPRD Kota Cilegon.

Ketua Forum Buruh Cilegon (FBC) Rudi Syahrudin mengatakan, mogok nasional tersebut dilakukan sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU Nomor 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang menyebutkan fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan.

“Aksi ini dilakukan untuk mengkritisi UU Cipta Kerja yang dinilai hanya akan merugikan buruh dan sebagai bentuk dukungan aksi mogok nasional karena UU Cipta Kerja sudah disahkan dan ternyata isinya merugikan buruh,” jelas Rudi di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, mogok nasional menyuarakan tolak omnibus law UU Cipta Kerja antara lain tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada PKWT atau karyawan kontrak seumur hidup, tidak boleh ada outsourcing seumur hidup, waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat jaminan kesehatan dan pensiun.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menyampaikan, ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di berbagai lokasi di Cilegon. Diantaranya, kata dia, kawasan Ciwandan, merak dan di depan Gedung DPRD Kota Cilegon.

“Alhamdulillah, sampai saat ini situasi masih aman terkendali. Teman-teman buruh yang tergabung dalam beberapa serikat menolak, kemudian kami dari polres juga memborning masing-masing perusahaan yang ada,” tuturnya.

Selain itu, petugas kepolisian juga memastikan bahwasanya tidak ada serikat buruh yang tergabung di Kota Cilegon untuk berangkat aksi melakukan penolakan ke Ibukota jakarta.

“Dari Cilegon nihil, tidak ada yang ke Jakarta, tetap aman dan kondusif,” tutupnya.(lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here