CILEGON – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia akhirnya meresmikan dermaga IV Merak – Bakauheni milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Diketahui, dermaga tersebut sebelumnya sempat terbengkalai kurang lebih selama 18 tahun.

“Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur kepada Allah SWT karena pada hari ini kita semua bisa berkumpul di dermaga IV yang tadi sudah disampaikan oleh ibu Ira (Dirut PT ASDP Indonesia Ferry) secara historis sudah 18 tahun waktu itu dikelola oleh swasta dan tidak ada kemajuan,” kata Ditjen Hubdat Kemenhub RI, Budi Setiadi dalam sambutannya, Senin (12/10).

Kendati demikian, dirinya mengaku telah diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo guna merevitalisasi dermaga tersebut. Kata dia, hal itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat serta untuk memberikan eksistensi negara bahwa mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Belakang ini pak menteri perhubungan selalu mengatakan pada saya untuk menata kembali penyeberangan-penyeberangan yang gemuk, istilah beliau penyebrangan yang gemuk. Salah satunya penyebrangan Merak-Bauheuni. Karena memang disini kapalnya ini sudah agak kebanyakan. Kalo nggak salah ada 74 kapal. Sehingga akhirnya kami mencari lintasan baru,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, bahwasanya pelabuhan tersebut sebelumnya telah dibuka oleh Pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu, kata dia, sebagai bagian dari otosistem kereta api pada tahun 1912.

“Jadi sekarang usianya 108 tahun, sudah lebih dari satu abad,” tuturnya.

Lanjut Ira, hal tersebut merupakan sebuah manifestasi atau penceriminan bahwasanya dari dulu Jawa-Sumatera adalah lalu lintas paling dominan di Indonesia. Ia mengaku, hendak menjadikan Dermaga IV menjadi tempat yang selalu memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Karenanya kalo kita tidak sama-sama berada disini, agak berdosa juga. Karena dermaga ini sempat terbengkalai selama 18 tahun, kalo bercandanya di ASDP itu kira-kira anak sudah kuliah, lama banget,” ungkapnya.

Namun, dengan kerjasama antar semua pihak akhirnya Dermaga IV mampu diselesaikan dalam waktu yang tepat, satu tahun. Dengan adanya dermaga baru tersebut, kata dia, yang sebelumnya hanya ada 140 trip kini bisa mencapai 160 trip dalam sehari.

“Setelah 18 tahun mangkrak, Insya Allah menjadikan amal untuk seluruh pihak. Dermaga ini bukan barang murah, biayanya 379 Miliar. Jadi kalo mainan, mainan mahal sekali. Jadi, jangan sampai operator nanti ada yang nabrak-nabrak atau nyuil-nyuil dermaganya, bukan untuk ASDP tapi untuk negara Indonesia,” pungkasnya.(lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here