CILEGON – Meski sudah keluar dari zona merah, namun dampak pandemi covid-19 di Kota Cilegon tak kunjung berakhir, diantaranya soal pendidikan dan pemulihan ekonomi. Hal tersebut yang akhirnya menginisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon melakukan terobosan baru.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Bappeda Kota Cilegon dalam upaya memulihkan perekonomian daerah dan menstabilkan pendidikan di masa pandemi covid-19 akhirnya membuka layanan internet kepada masyarakat. Wifi tersebut dipasang pada 43 Kelurahan dalam 8 kecamatan se-Kota Cilegon dengan jumlah 399 titik lokasi.

“Mudah-mudahan wifi yang kami berikan ke masyarakat ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi program-program yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, kemudian juga untuk proses pemasaran pelaku usaha ekonomi, jadi pemulihan ekonomi ini bisa segera pulih dengan adanya layanan internet publik,” kata Kepala Bappeda Kota Cilegon, Beatrie Noviana usai launching internet gratis di MTs Jauharatun Naqiyah Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (3/11).

Noviana menegaskan, bahwasanya dengan adanya layanan internet ini bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi 1,36 persen. Baginya, hal tersebut menjadi peluang guna mempercepat pemulihan ekonomi di Kota Cilegon.

“Ini kan suatu peluang yang baik untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat adanya covid-19,” tegasnya.

Lanjutnya, pandemi covid-19 sangat memengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat. Termasuk sektor pendidikan juga tidak bisa belajar secara tatap muka.

“Nah, masyarakat kan tidak semua bisa belajar daring, ada juga yang gangguan sinyal. Dengan adanya layanan internet ini mudah-mudahan bisa terjangkau khususnya di daerah pegunungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku, dirinya berkeinginan seluruh masyarakat dapat merasakan layanan internet tersebut. Namun, kata dia, masih ada 70 titik lokasi yang belum ditentukan.

“Pengennya sih semuanya bisa menerima dengan bagus, tanpa kendala, tapi kan ternyata masih ada sekitar 70 titik yang belum kami tentukan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia berharap dengan adanya layanan internet tersebut bisa memulihkan ekonomi maupun pendidikan.

“Harapannya ekonomi tetap tumbuh, pendidikan tetap berjalan walaupun melalui daring,” pungkasnya.(lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here