CILEGON – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Banten melakukan pemusnahan bersama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten atas barang milik negara dan barang bukti yang berasal dari penindakan dan cukai yang dihasilkan pada tahun 2020 di lapangan terminal multipurpose PT IKPP Merak Mas, Rabu (4/11).

“Adapun barang milik negara yang mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan dari DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara)
adalah 12.590.968 batang rokok, 255 bungkus tembakau iris, 152 karton tembakau molasses, 1.256 botol minuman beralkohol eks impor, 4.920 liter minuman beralkohol tradisional jenis ciu dan 996 barang campuran,” kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten, Muhammad Aflah Farobi di sela-sela kegiatan pemusnahan.

Kata Aflah, perkiraan nilai barang tersebut kurang lebih sebesar Rp 13,8 Miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 8,2 Miliar. Disamping itu, kata dia, selain kerugian materil terdapat juga kerugian imateril berupa dampak kerusakan kesehatan masyarakat, dampak gangguan ketertiban, dan keamanan masyarakat yang dapat diminimalisir serta dapat merusak industri dalam negeri.

“Dan terdapat pula, barang rampasan negara yang berasal dari tindak pidana kepabeanan dan cukai yang telah mendapat keputusan berkekuatan hukum tetap (Inkracht) untuk dimusnahkan yang dikelola kejaksaan negeri Kota Tangerang sebanyak 815.880 batang rokok ilegal dan yang dikelola Kejaksaan Negeri Pandeglang berupa 97.245 batang rokok ilegal, 798,5 kilogram tembakau iris ilegal serta perlengkapan pembuatan rokok. Total nilai barang mencapai satu miliar rupiah dan potensi kerugian negara mencapai setengah miliar rupiah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penyelesaian kasus rokok, minuman beralkohol dan barang campuran yang dicegah oleh pejabat bea dan cukai yang berasal dari tindak pidana yang pelakunya tidak dikenal, telah ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN) dan telah ditetapkan peruntukannya dimusnahkan. Berdasarkan surat keputusan dari menteri keuangan tentang persetujuan pemusnahan barang yang jadi milik negara, maka, lanjut Aflah, Kantor Wilayah DJBC Banten segera melakukan tindak lanjut untuk memusnahkan BMN tersebut.

“Pemusnahan tersebut merupakan bentuk komitmen kantor wilayah DJBC Banten dalam mengawasi dan menekan peredaran rokok ilegal, mengamankan hak yang menjadi potensi penerimaan uang negara, sekaligus upaya menjaga iklim usaha dan industri di dalam negeri agar tetap kondusif,” jelasnya.

Adapun teknis pelaksanaan pemusnahan antara lain: rokok, tembakau iris, tembakau molasses dan barang campuran dimusnahkan dengan cara dibakar. Sedangkan, kata Aflah, minuman beralkohol dalam botol dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat dan mmea tradisional (CIU) dimusnahkan dengan cara dituangkan.

“Teknis pemusnahan ini dilakukan dengan bertujuan agar merusak/menghilangkan fungsi dan sifat awal barang sehingga sehingga tidak dapat dipergunakan,” tutupnya.(lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here