CILEGON – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK)  Kota Cilegon diberikan pemahaman layanan labelisasi atau sertifikasi halal.

Kepala Dinas Koperasi Kota Cilegon Tatang Muftadi mengatakan, pelatihan ini penting bagi para pelaku, karena setiap produk yang dihasilkan harus ada labelisasi halal pada kemasan produk yang dihasilkan.

“Akhirnya kita kerja sama dengan LPPOM MUI Provinsi Banten. Karena di tingkat kabupateb/kota tidak ada”, katanya kepada oeridab.com, Jumat (6/11) di sela-sela kegiatan yang digelar di Aston Hotel Cilegon.

Kepala Bidang (Kabid)  Pemberdayaan dan Fasilitasi Koperasi dan UMK Ade Nuryani menambahkan, kegiatan ini untuk membantu para pelaku UMK. Ini dikarenakan di masa pandemi covid-19 ini penjualan lewat off line sudah tidak mungkin.

“Karena masih pandemi, ditambah PSBB, ya kita bantu. Akhirnya kita coba bantu untuk sertifikasi halalnya. Karena yang namanya jualan online kan yang dilihat pertama kali oleh konsumen adalah label halalnya. Kalau sudah ada, konsumen pasti percaya” tambah Ade.

Kata Ade, dalam pelatihan halal ini, pihaknya juga membantu dan mensubsidi para peserta untuk mengurus labelisasi halalnya.

“Harga untuk pemberian label halal ini kan panjang. Nah tentunya ada biayanya. Para pelaku UMK yang sekarang ikut kita bantu” ujar Ade lagi.

Sementara Kepala Seksi (Kasi)  Pemberdayaan dan Fasilitasi Teti Hartati menuturkan, kegiatan ini baru pertama kali dilakukan oleh Dinas Koperasi (Dinkop).

“Alhamdulillah, dari MUI Provinsi berkenan hadir untuk memberikan materi. Yaitu Direktur LPPOM MUI Provinsi Banten Dr. Ir.H.Rodani. Semoga apa yang disampaikan pemateri bermanfaat dan dimengerti oleh para pelaku UMK”, tandasnya.  (adv)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here