CILEGON – Untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, petugas gabungan dari BPTD Wilayah VIII Banten beserta Satlantas Polres Cilegon melakukan razia terhadap truk-truk atau kendaraan besar yang melebihi kapasitas muatan yang telah ditentukan di ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, Rabu (18/11).

Diketahui, razia tersebut menyasar kendaraan tak memenuhi standar kelayakan jalan sebagai bentuk sosialisasi program pemerintah menuju Indonesia Bebas ODOL tahun 2023. Kendati demikian, petugas menemukan sejumlah truk tidak sesuai spesifikasi kelayakan jalan sehingga dilakukan penilangan atau pun penahanan.

“Kendaraan ODOL (Over Dimention dan Over Loading) menjadi penyumbang angka kecelakaan lalu lintas terbesar di Indonesia. Selain itu, dengan adanya kendaraan ODOL ini, pemerintah melalui Kementrian PU banyak mengeluarkan anggaran untuk memperbaiki jalan yang rusak disebabkan oleh angkutan tersebut,” kata Kasie LLAJ BPTD Wilayah VIII Banten Budi Santoso di sela-sela kegiatan, Rabu (18/11).

Dikatakan Budi, operasi tersebut juga sebagai upaya untuk memberikan efek jera terhadap pengurus atau pengemudi truk yang kedapatan membawa kendaraannya tidak sesuai spesifikasi jalan.  Kata Dia, kendaraan dengan kapasitas ODOL menjadi permasalahan utama dan cikal bakal terjadinya kecelakaan lalu lintas sehingga mengancam dan merugikan pengguna jalan lain.

“Sudah jelas diatur dalam UU Nomor 02 Tentang lalu lintas perhubungan darat yaitu, untuk yang over dimention itu akan kami pidanakan. Itu sudah jelas di situ ada hukumannya dan dendanya itu Rp25 juta,” tegasnya.

Ia mengatakan, dari hasil operasi yang dilakukan petugas, didapati ada lima unit kendaraan ODOL yang ditahan petugas dan akan dilakukan pendalaman untuk diajukan ke pengadilan atupun dilakukan pembinaan.

“Tapi intinya bahwa saat ini kami mencoba benar-benar untuk menciptakan zero odol di Indonesia khususnya di Provinsi Banten,” pungkasnya.(lazo/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here