CILEGON – Pemkot Cilegon bersama Pemrov Banten Dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  khususnya Biro Otonomi Daerah (Otda) menggelar rapat virtual melalui zoom meeting tadi sore sekira pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan rapat tersebut, maka pelantikan yang tadinya akan digelar 17 Februari 2021, kini diundur selama dua pekan.

“Sesuai pernyataan dari Kemendagri, pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih diundur”, kata Pelaksana Tugas (Plt)  Asda 1 Tb Dikrie Maulawardhana kepada media usai zoom meeting,  Senin (15/2).

Dikri menjelaskan, diundurnya pelantikan lantaran masih banyak daerah lain yang pelantikannya sama dengan Cilegon yaitu 17 Februari masih terjadi sengketa pilkada.

“Berdasarkan instruksi Kemendagri, maka kekosongan walikota akan diisi Plh (Pelaksana Harian)  walikota. Dan itu diisi oleh Sekda definitif atau Pjs Sekda. Karena berdasarkan aturan harus diisi oleh jabatan eselon tertinggi di Pemkot. Maka dalam hal ini Pak Maman yang menjadi Plh”, tutur Dikri yang juga menjabat Asda 2 ini.

Lantaran diundur, maka pelantikan akan digelar pada 26 atau 27 Februari. Itu pun waktunya masih tentatif.

“Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari Kemendagri. Kita juga terus menunggu radiogram dari sana”, imbuhnya.

Dengan telah diputuskannya pelantikan diundur dan kekosongan kursi walikota diisi oleh Plh Walikota, maka dengan demikian Maman resmi memiliki tiga jabatan atau rangkap tiga jabatan.

Diketahui sebelumnya, Maman secara definitif menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan menjabat Penjabat Sementara (Pjs)  sekda Kota Cilegon lantaran Sekda sebelumnya Sari Suryati sudah pensiun. Kini Maman juga menjabat Plh Walikota Cilegon. (rul/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here