Dok. Keluarga. Dibentak dokter, Hasan pingsan tak sadarkan diri saat berobat di RS Kurnia Cilegon

CILEGON – Pada Senin malam (2/7) lalu sekitar pukul 18.00 telah terjadi perlakuan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh dokter Yasikin yang bertugas di Rumah Sakit (RS) Kurnia Cilegon terhadap pasiennya yang bernama Hasan Saidan.

Informasi yang dihimpun, Hasan mengeluhkan matanya yang sakit dan kondisi badannya yang sedang tidak sehat. Sebelum ke rumah sakit, Hasan meminta istrinya yang bernama Nurbaiti untuk menghubungi pihak asuransi untuk mengurus persyaratan agar Hasan bisa berobat. Dari pihak RS Kurnia sudah menyetujui dan merujuk Hasan untuk berobat di RS Kurnia yang terletak tidak jauh dari Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon.

Setelah dirujuk ke RS Kurnia, Hasan diantar istrinya kemudian menuju RS Kurnia. Sesampainya di rumah sakit, Hasan sudah tak kuat lagi dan akhirnya langsung beristirahat di salah satu ruang pasien sambil diinfus. Tidak berapa lama, Hasan dipanggil oleh dokter yang bertugas. Namun karena Hasan sudah tak kuat berdiri, Hasan meminta kepada Nurbaiti untuk menyampaikan kepada dokter supaya dokter yang menghampiri Hasan. Rupanya dokter tak mau menghampiri Hasan. Sebaliknya dokter sambil marah-marah meminta agar Nurbaiti membawa Hasan mendatangi dokter yang akan memeriksa. Dengan terpaksa, Hasan pun menghampiri dokter dengan jalan sempoyongan. Namu entahlah, apa yang membuat dokter Yasikin marah-marah dan membentak Hasan serta istrinya. Bahkan sampai menggebrak meja dan  membuat Hasan pun pingsan tak sadarkan diri.

Nurbaiti menuturkan, lantaran pingsan, akhirnya ia memutuskan pulang ke rumah membawa suaminya. “Ketika suami saya pingsan, tidak ada pertolongan apapun dari pihak rumah sakit. Dan akhirnya para pengunjung rumah sakit yang membantu saya menyadarkan suami saya. Pas ada yang membantu baru dari pihak rumah sakit ada yang peduli,” tutur Nurbaiti kepada wartawan.

Mendengar kabar tak baik, adik kembar Hasan yakni Husein Saidan tak terima kakaknya diperlakukan seperti itu. “Ya tidak terima lah. Saya minta supaya dokter yang memeriksa kakak saya minta maaf. Jika tidak, maka dalam waktu 1×24 jam, saya bersama teman-teman saya di Lsm Gappura Banten, akan mengepung RS Kurnia,” tegas Husein.  (aa/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here