SERANG – Perwakilan warga Perumahan Ranau Estate Tahap 1, Kelurahan Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, mendatangi Kantor DPRD Kota Serang. Kedatangan mereka mengadu terkait bencana banjir yang sudah terjadi dua kali di perumahan tersebut. Mereka datang untuk memenuhi undangan anggota Komisi 1 DPRD Kota Serang pasca sidak yang dilakukan pada Minggu (11/4).

Diketahui, anggota Komisi 1 DPRD Kota Serang, Mukhtar Effendi melaksanakan sidak setelah mendapatkan informasi dari warga ranau terkait bencana yang telah terjadi pada 3 April 2021 lalu.

Salah seorang warga Ranau Estate 1, Sarmani menuturkan, banjir di Ranau sudah terjadi dua kali, namun sampai sekarang belum ada penanganan, baik dari developer maupun dari pemerintah.

“Alhamdulillah, ada anggota dewan yang peduli kepada kami”, tuturnya kepada oeridab.com, Rabu (14/4).

Menurut Sarmani, hasil dari rapat dengan Komisi 1, rencananya Komisi 1 Dan Komisi 4 akan melaksanakan sidak ke ranau dan developer.

“Hasil hearingnya begitu. Cuma nanti memisahkan, urusan dengan developer dan drainase. Makanya dua komisi itu akan datang ke ranau sekaligus ke tempat developer”, terang bapak tiga anak ini.

Sementara warga lainnya, Endang mengaku belum bisa datang untuk mengikut rapat dengar pendapat dengan Komisi 1 DPRD Kota Serang.

“Mudah-mudahan ada secercah harapan terhadap nasib kami. Karena kalau masih belum direspon, kalau sedang hujan besar, yang sudah terdampak banjir, pasti merasa cemas dan khawatir. Jadi semoga ini bisa ditangani secepatnya”, terangnya.

Terpisah, anggota Komisi 1 DPRD Kota Serang Mukhtar Effendi menyatakan, insya Allah pihaknya akan segera datang ke ranau dan developer.

“Kita akan berupaya agar ini bisa ditangani. Terkait rencana akan sidak ke ranau dan developer,nanti dikabari lagi”, tandasnya.

Diketahui, banjir pertama terjadi pada 3 Februari lalu, beberapa hari kemudian ada kunjungan dari Walikota Serang Syafrudin, namun belum terlihat ada penanganan dari Pemkot Serang.

Selanjutnya banjir yang kedua terjadi pada 3 April lalu, dan giliran anggota dewan dapil Taktakan yang datang untuk melihat lebih dekat seperti apa kondisi lokasi pasca banjir dan mengapa belum ada penanganan dari pihak mana pun. (rul/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here