CILEGON – Honor daerah (Honda) atau yang telah berganti nama menjadi Bantuan Pendidikan Kesejahteraan Guru (BPKG) untuk honorer guru madrasah diniyaj dan guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) sampai sekarang masih belum turun.

Padahal, normalnya bantuan tersebut cair per tiga bulan sekali. Namun sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda anggaran BPKG itu akan turun.

Kepala Seksi Pendidikan dan Keagamaan Islam (Kasi Pakis) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon Sahiyah membenarkan jika memang para guru honorer masih belum mendapatkan haknya.

“Sampai sekarang belum tahu udah sampai mana progressnya”, katanya kepada oeridab.com, Senin (3/5).

Sahiyah menuturkan, biasanya normalnya tiga bulan. Tapi sampai sekarang dirinya tidak tahu pasti mengapa belum ada kabar.

“Kalau kenapanya saya juga tidak tahu. Cuma kalau sudah ada NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah), insya Allah enggak lama lagi. Tapi sampai sekarang belum ada pemberian NPHD”, imbuhnya.

Menurutnya, jumlah guru honorer yang menjadi tanggung jawabnya ada sekitar 2.500 orang.

“Itu baru yang di Pakis. Belum yang di Seksi Penma sama Seksi Bimas Islam”, tandasnya. (rul/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here