JAKARTA – Lantunan asmaul husna dengan lagu yang tak biasa viral di media sosial (medsos) baik di Instagram maupun di twiter. Dalam video tersebut, lantunan lagu asmaul husna dinyanyikan oleh group vokal yang belum diketahui identitasnya. Namun, karena cara menyanyikannya tidak lazim lantaran mirip seriosa dan terkesan seperti lagu kebaktian, akhirnya banyak netizen yang berkomentar keras.

Bahkan pada instagram vertizon tv tertulis dengan narasi jika yang melantunkan asmaul husna dengan nada seperti itu ada yang berbeda keyakinan. Ditambah lagi di tengah larangan tidak boleh salat idul fitri di Masjid Istiqlal, tidak boleh mudik, dan lain sebagainya. Tapi di tengah larangan seperti itu, malah dijadikan tempat latihan menyanyi.

Lantaran posting video itu, langsung diserbut netizen. Seperti akun ranisrina yang memberikan komentarnya., “Kok dibolehin sama pihak Istiqlal”, komentarnya.

Sementara akun yuanitayusri memberikan komentar. “Astagfirullahal’adzhim. Islam tidak seperti ini dalam dakwah”, komentar akun tersebut.

Sedangkan pada video yang sama yang diposting di twiter dengan akun Mustofa Nahrawardaya dalam postingannya sambil meminta konfirmasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ariza Patria. Mustofa menanyakan kebenaran apakah itu program resmi Pemprov DKI atau bukan. Karena banyak yang bertanya kepadanya. Khususnya warga Muhammadiyah.

Postingan video itu pun langsung diserbu para netizen. Seperti pada akun twiter Marzuki yang memberikan komentarnya. “Kita lagi ngaji aja susah. Karena ikut aturan buat gak kumpul-kumpul. Ini malah nyanyi. Masjidku, riwayatmu kini”, komentar Marzuki.

Dikonfirmasi salah satu pengurus MUI pusat Tholabie Kharlie menuturkan, itu yang garap Pemprov DKI Jakarta. Tapi untuk izinnya tidak tahu ke siapa.

“Yang menggarap pihak Pemprov, meminjam tempat di Istiqlal. Kami pun tidak tahu persis proses perizinannya ke siapa di Istiqlal, tapi yang pasti video itu digarap oleh pihak Pemprov”, tutur cendekiawan muslim muda ini.

Namun ketika ditanya soal yang menyanyikannya, kata Tholabie, mereka itu grup paduan suara binaan Pemprov. “Mereka binaan Pemprov. Bukan paduan suara gereja”, ujarnya.

Meski demikian, katanya, untuk konfirmasi lengkapnya akan kembali menghubungi oeridab.com. “Tunggu besok ya kang”, imbuhnya.

Diketahui, konfirmasi yang disampaikan Tholabie itu berlangsung pada Minggu malam (16/5). (rul/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here