CILEGON — Mencoba menghibur masyarakat dengan menggunakan akun tiktok, anggota DPRD Provinsi Banten daerah pemilihan (dapil) Kota Cilegon Dede Rohana Putra malah menjadi korban bullying oleh para netizen.

Dede sapaan akrabnya, merupakan sosok yang kerap melontarkan kalimat guyon atau candaan baik dalam dunia nyata maupun maya. Namun, atas guyonan yang viral di media sosial tersebut, Dede mengaku tak ada niatan sama sekali untuk mengejek masyarakat yang gagal berlibur.

Dede yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Banten mengklafirikasi terkait guyonan di akun tiktok atas nama dirinya. Katanya, secara utuh video yang sempat viral beberapa hari yang lalu itu berisi himbauan dari awal sampai akhir agar tak ke tempat wisata khususnya pantai. Lalu, masyarakat yang berada di luar Banten diimbau agar tidak liburan ke Banten karena banyak jalan yang ditutup.

“Di tiktok kan tempat video lucu, nah saya sedikit ngebanyol (red: melucu) kira-kira, walaupun belum profesional dan gqk banyak followersnya. Saya sedikit kasih himbauan seperti itu agar tak bosan. Dalam hati kecil saya tak ada niatan mengejek masyarakat,” kata Dede, Rabu (19/5).

Dede menyampaikan permintaan maaf, bila ada beberapa pihak yang mungkin merasa video tersebut kurang pas. Namun, ia mengaku, niatnya agar masyarakat tak berwisata termasuk bahasa mewakili.

“Nah bahasa mewakili, itu hanya candaan karena di masyarakat bahasa itu pun sebagai candaan semata. Secara pribadi tak ada niat lain hanya himbauan sekaligus hiburan,” tuturnya.

Dede mengaku, dirinya sudah ada hotel pada Sabtu (15/5) sebelum adanya larangan wisata oleh Pemerintah Provinsi Banten, terlebih Kabupaten Serang pada saat itu sudah bukan zona merah. Sehingga dirinya memesan penginapan, dan saat dirinya konfirmasi ke beberapa pihak yang ditutup wisata.

“Jadi saya masih boleh di hotel. Kalo bercandaan itu ada yang tersinggung saya minta maaf, kalo bercandaan itu dianggap gak pantas. Saya cuma mau kasih hiburan tapi ada isinya kaya video-video di tiktok agar tak boring,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu alumni Keluarga Besar Ikatan Mahasiswa Cilegon, Chaidar Firmansyah merasa prihatin atas video candaan salah satu seniornya yang viral di jagat maya.

Kata Chaidar, pihaknya telah berkomunikasi dengan yang bersangkutan untuk dapat mengklarifikasi dan tidak lepas tanggung jawab.

“Alhamdulillah kang Dede pun berjiwa besar dan berlapang dada sehingga beliau pun telah meminta maaf di media langsung,” kata Chaidar kepada awak media.

“Namanya juga manusia pasti ada khilaf dan salah. Jangankan kang Dede, bahkan kita semua pernah berbuat salah. Masih pada momentum Idul Fitri ini marilah kita saling memafkan,” imbuhnya.

Chaidar menambahkan, video tiktok itu bertujuan baik untuk mengajak agar masyarakat khususnya di Banten tidak berwisata dan berkerumun di waktu libur lebaran guna mengurangi dampak penyebaran covid-19.

Lanjut Chaidar, sama seperti pemerintah atau warga yang memasang himbauan melalui berbagai cara baik spanduk ataupun media sosial yang dikemas dengan kata-kata unik.

“Hal itu pastinya untuk mengundang perhatian dari sejumlah orang saat membaca atau menontonnya sampai tuntas,” tuturnya.

Namun, kata Chaidar, atas penyampaian maaf yang dilontarkan oleh Dede Rohana di media masa, pastinya sudah mendapat penilaian atau perhatian dari netizen dan masyarakat. “Selaku keluarga besar Alumni IMC memohon maaf dan meminta publik untuk melihat dari sisi lain atas unggahan video tersebut,” tambahnya.

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas penilaian netizen maupun masyarakat umum terhadap video Dede Rohana sehingga hikmah ke depannya bisa lebih mawas diri.

“Kami juga mengajak kepada seluruh pihak untuk sama-sama saling belajar mawas diri dan mengingatkan kepada kebaikan,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi langkah dan antisipasi penularan covid-19 dari pemerintah dan seluruh unsur baik TNI, Polri hingga Satpol PP yang tiada henti.

Pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya. Begitu kepada tenaga kesehatan yang telah banyak berkorban dan berjuang untuk keselamatan seluruh warga Indonesia, Banten, dan Kota Cilegon.

“Kami percaya dengan bersama-sama saling dukung seluruh elemen masyarakat maka pandemi covid-19 bisa segera teratasi,” tandasnya. (mam/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here