Dok. Keluarga. Dibentak dokter, Hasan pingsan tak sadarkan diri saat berobat di RS Kurnia Cilegon

CILEGON – Perseteruan antara manajemen Rumah Sakit (RS) Kurnia Cilegon dengan pasien Hasan Saidan yang menjadi korban bentak oleh oknum dokter RS Kurnia yang bernama dr Yasikin terus berlanjut.

Kemarin (10/7), Komisi II DPRD Kota Cilegon menggelar mediasi antara sejumlah pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Peduli Pembangunan Rakyat (Lsm Gappura) Banten dan Karang Taruna Kota Cilegon bersama manajemen RS Kurnia Cilegon.

Informasinya, mediasi yang dilakukan sempati diwarnai keributan. Lantaran pihak manajemen RS Kurnia tidak mengakomodir aspirasi warga untuk memecat oknum dokter tersebut. Sehingga membuat mediasi berkahir deadlock.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon Abdul Aziz Ireng membenarkan informasi tersebut. “Sempat diwarnai keributan. Karena manajemen RS Kurnia tidak bersedia memenuhi tuntutan kami,” terangnya kepada Radar Banten kemarin.

Lantaran pihak manajemen RS Kurnia tidak bisa memenuhi tuntutan masyarakat, kata dia, pihaknya mengancam akan mengepung dan menggeruduk RS Kurnia nanti Kamis (12/7). “Kami akan demo jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Karang Taruna Kota Cilegon, Mahdi menambahkan, pihaknya tidak hanya menuntut agtar oknum tersebut dipecat. Tapi surat izin praktik (SIP) yang bersangkutan juga harus dicabut. “Ya harus dicabut SIP nya. Karena oknum dokter tersebut sudah berlaku sewenang-wenang terhadap salah satu pengurus Karang Taruna Kota Cilegon yaitu Hasan Saidan yang menjabat Wakil Ketua Karang Taruna,” tambah Mahdi.

Diketahui sebelumnya, adik kandung Hasan Saidan, yakni Husein Saidan mengancam akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian jika manajemen RS Kurnia masih membandel.

Sedangkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cilegon dr Lendy Deliyanto menyatakan, apa yang  telah dilakukan oleh dr Yasiki memang sudah melanggar kode etik. “Secara kode etik telah melanggar. Ini menjadi pelajaran bagi kami para dokter agar melayani pasien dengan baik,” terang Lendi.

Sementara Direktur RS Kurnia Tb Edi Kusnadi mengaku tidak mengharapkan hal itu  terjadi. “Tapi kami sudah meminta maaf kepada korban. Dan kami berharap, bisa mengurungkan niat untuk berunjuk rasa,” harap Edi.

Hal senada juga disampaikan oknum dr Yasiki yang juga turut hadir dalam mediasi tersebut. “Kejadian itu tidak disengaja. Hal itu terjadi karena spontanitas saja dan memang khilaf. Jadi saya mohon maaf kepada korban (Hasan Saidan-red),” tandasnya. (aa/red))

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here