CILEGON – Rapat terkait pembatasan kegiatan industri digelar, Kamis (15/7) secara virtual di ruang rapat walikota. Pada kesempatan itu Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyampaikan jika Kota Cilegon telah membangun pusat pengendalian Operasional covid-19.

“Pemerintah Kota Cilegon saat ini sudah membangun Pusat Pengendalian Operasional covid-19 dimana bertujuan sebagai pusat informasi terupdate tentang covid-19 jadi nanti dari perusahaan bisa mengetahui masalah update covid-19 di Kota Cilegon ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Helldy menginginkan adanya vaksinisasi massal di sektor industri. “Saya sangat menginginkan pada sektor industri untuk meberlakukan vaksin massal terhadap para karyawannya untuk menekan penyebaran covid-19 di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Helldy berharap, pemberlakuan WFH pada sektor esensial industri sudah diterapkan. “Dengan adanya PPKM Darurat ini saya sangat berharap pada sektor esensial industri untuk menerapkan pemberlakuan WFH 50% sesuai dengan peraturan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Syafrudin mengatakan, jika terdapat 23 perusahaan yang masuk kedalam sektor esensial.

“Di Kota Cilegon ini ada 121 perusahaan. Dari jumlah itu, terdapat 98 masuk kedalam sektor kritikal dan 23 masuk kedalam sektor esensial,” katanya.

Lebih lanjut, Safarudin meminta kepada perusahaan esensial untuk memberlakukan WFH dalam pekerjaannya dalam rangka mendukung penanganan Covid di Kota Cilegon.

“Saya minta pada perusahaan untuk menerapkan WFH di ruang lingkup kerjanya, hal ini bertujuan untuk mendukung program penangan Covid di Kota Cilegon,” pungkasnya.(nah/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here