CILEGON – Walikota Cilegon, Helldy  Agustian, membuka pelatihan Manajemen PPTK yang dilaksanakan di Kota Bogor, Senin (01/11).

Dalam kesempatan itu Helldy menuturkan, dalam penyusunan RKA dan DPA, faktor perencanaan   adalah faktor yang paling krusial untuk dilakukan.

“Setiap program kegiatan perangkat daerah harus benar-benar tepat sasaran dan menjawab seluruh isu yang menjadi urusan atau kewenangan dari perangkat daerah tersebut,  Penyusunan RKA dan DPA merupakan faktor perencanaan yang krusial untuk dilakukan,” ungkapnya.

“Setiap program kegiatan yang dilakukan oleh perangkat daerah harus berkorelasi dengan visi, misi dan rencana strategis daerah, untuk itu diperlukan sebuah metode pengontrolan dan evaluasi terhadap kinerja organisasi maupun sumber daya manusia yang terlibat didalamnya,” sambungnya lagi.

Lebih lanjut, Helldy meminta kepada pejabat pelaksana teknis untuk menggunakan e-sakip (elektronik standar akuntabilitas kinerja instansi pemerintah).

“Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan saya harapkan nanti menggunakan e-Sakip ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi terhadap program maupun kegiatan yang mencerminkan rencana strategis daerah,” ujarnya.

Menurut Helldy, aplikasi e-Sakip merupakan tools yang memudahkan PPTK dalam mengelola program. “Aplikasi e-sakip adalah sebuah tools yang memberikan kemudahan para PPTK dalam melakukan pengelolaan program/kegiatan, melalui e-sakip, perencanaan kegiatan, pelaksanaan, maupun evaluasi bisa sangat mudah dilakukan, e-sakip sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan secara mandiri oleh ASN Kota Cilegon,”  jelasnya.

Pada kesempatan itu, Helldy memberikan motivasi kepada para peserta untuk merubah mindsetnya agar bekerja secara luar  biasa dan penuh inovasi. “Saya ingin dari pelatihan ini muncul inovasi-inovasi baru untuk Cilegon, mindsetnya juga harus dirubah agar bekerja luar biasa,” katanya.

Dalam pelatihan itu juga Walikota Bogor, Arya Bima Sugiarto menjadi keynote speaker yang menyampaikan paparan tentang Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja di Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu bentuk benchmarking bagi para peserta pelatihan.

Kepala BKPP Kota Cilegon, Heri Mardiana dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memenuhi kompetensi teknis para pejabat pelaksana teknis kegiatan, khususnya dalam penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di Kota Cilegon.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 37 orang dengan sasaran utama para pejabat sekretaris perangkat daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here