CILEGON – Pabrik PT Chandra Asri yang berlokasi di wilayah Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan digeruduk Massa.

Sejumlah organisasi pengusaha lokal yang ada di kawasan wilayah Gunung Sugih melakukan aksi unjuk rasa bersam dengan damai.

Koordinator aksi Andi Suhandi mengatakan, aksi tersebut dilakukan lantaran diduga adanya monopoli usaha yang dilakukan oleh empat konsorsium perusahaan.

“Peluang usaha untuk pengusaha lokal mungkin ada, tapi masih dimonopoli oleh konsorsium”, kata Andi kepada wartawan, Kamis (11/11).

Lantaran hal itu, Andi menuntut kesamaan hak untuk kemudahan usaha terhadap industri.

“Perusahaan harus adil dan sesuai aturan UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020”, tegas Andi.

Tidak hanya itu, Andi juga menuntut terkait monopoli. Merujuk UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang monopoli, industri itu tidak boleh melakukan monopoli terhadap siapa pun.

“Jika ada peluang, ya harus diberikan. Dan kita hanya mengingatkan perusahaan. Bila pihak industri ingkar, kita akan turun lagi ke jalan”, ujar Andi lagi.

Kata Andi, dugaan monopoli itu terjadi pada pengerjaan akses jalan industri masyarakat dari mulai perempatan Gambiran sampai belakang Nippon Shokubai Indonesia.

“Itu semua diambil alih oleh salah satu pihak swasta dj Gunung Sugih”, imbuh Andi.

Sementara, Tatang Tarmizi yang juga salah satu pengusaha lokal menuturkan, aksi tersebut diikuti oleh ratusan massa.

“Cuma detailnya kurang hafal”, tandas laki-laki yang juga Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cilegon ini. (nah/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here