CILEGON – Jumlah perceraian pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cilegon terbilang tinggi.

Bahkan pada tahun 2021 ini merupakan yang paling tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, jumlah ASN pada tahun 2021 ini yang sudah bercerai ada 11 orang. Belum lagi ditambah yang masih proses persidangan ada tujuh orang.

Sementara pada tahun 2020 ada 11 kasus perceraian dan pada tahun 2019 sebanyak 15 kasus.

“Jika merujuk data, memang tinggi untuk tahun ini. Karena mencapai 11 kasus. Belum lagi ditambah dengan yang masih proses persidangan”, ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pemberhentian dan Pembinaan Kesejahteraan Pegawai pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon di sela-sela kegiatan pembinaan ASN tentang disiplin pegawai dan pembinaan perkawinan di aula Setda II, Kamis (25/11).

Budi menambahkan, yang menjadi pemicu rata-rata adanya mis komunikasi atau kurang komunikasi, ekonomi, dan perselingkuhan.

“Ekonomi karena rata-rata penghasilan suami lebih rendah dibandingkan penghasilan istri. Selain itu juga karena mis komunikask dan adanya orang ketiga”, imbuhnya.

Menanggapi hal ini Kepala BKPP Cilegon Achmad Jubaidi mengatakan, meskipun tinggi,tapi itu cuma di Kota Cilegon.

“Coba bandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten misalnya. Kan belum tentu paling tinggi Cilegon”, kata Jubaidi .

Kalau pun begitu, kata Jubaidi, pihaknya akan berupaya secara optimal dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melakukan pembinaan terhadap para ASN. (nah/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here