CILEGON – Masih simpang siurnya dianggarkan atau tidaknya honor untuk guru honorer Madrasah Aliyah akhirnya terjawab. Berdasarkan penjelasan Ketua Perhimpunan Guru Honorer Madrasah Kota Cilegon (PGHM-C) Muhri, Pemkot tetap akan mengalokasikan anggaran tersebut tahun depan.

Hal ini diketahui setelah DPRD Kota Cilegon menggelar hearing bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon pada Rabu (1/12).

“Memang sebelumnya seperti tidak ada kepastian. Tapi kita terus dorong supaya hak temen-temen bisa tetap diperoleh”, katanya kepada oeridab.com, Kamis (2/12).

Menurutnya, setelah hearing, akhirnya disetujui untuk dianggarkan tahun depan. Meskipun pihaknya tidak ikut hearing. Tapi pihaknya mendapatkan konfirmasi dari DPRD Kota Cilegon dan salah satu pejabat eselon tiga Bappeda Kota Cilegon.

“Ya Alhamdulillah. Akhirnya disetujui”, ujar Muhri.

Tadinya memang tidak. Karena Pemkot merujuk pada Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, yang salah satu isinya, SMA/SMK sederajat diserahkan ke provinsi kewenangannya.

“Kan MA sudah dari dulu kewenangannya di Kanwil Kemenag. Bahkan sebelum adanya undang undang tersebut. Jadi MA walaupun setara SMA/SMK aturannya tidak bisa disamakan. Karena pengelolaan pun oleh Kemenag, bukan oleh Pemda”, ujar Muhri.

Meski demikian, terkait teknis pencairan honornya, kata Muhri, itu yang lebih tahu Pemkot.

“Sudah disetujui saja, sudah syukur”, tandasnya.

Diketahui, sebelumnya Kabag Kesra Rahmatullah menuturkan, jika Pemkot tidak akan menganggarkan honor untuk guru honorer MA. Begitu pun dengan Walikota Helldy Agustian menyatakan hal yang sama tidak akan mengalokasikan anggaran honor untuk guru honorer MA. (nah/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here