CILEGON – Walikota Cilegon, Helldy Agustian secara resmi membuka kegiatan percepatan cakupan Universal Health Coverage (UHC) disertai dengan penandatanganan kerja sama dgn BPJS yang berlokasi di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu (22/12).

Pada kesempatan itu, Helldy mengatakan, di masa yang akan datang setiap industri yang ada di wilayah Kota Cilegon harus ikut serta membentuk rutinitas bantuan corporate social responsibility (CSR) dalam program UHC.

“Dalam hal ini tentunya harapan kami industri-industri yang ada di Kota Cilegon bisa memberikan bantuan CSR dalam bentuk rutinitas dalam artian setiap industri mengelola setiap kelurahan di wilayahnya. Ini dilakukan agar program ini bersama-sama direalisasikan,” tuturnya.

Kata Helldy, berdasarkan laporan yang masuk hari ini,  bahwa Kota Cilegon ini sudah mulai masuk kategori tertinggi secara UHC se provinsi Banten, di luar Tangerang Raya tentunya.

“Kita sudah di angka 87% kurang lebih tinggal mencapai 13% lagi. Ini yang menjadi PR kita bersama. Kalau BAZNAS bisa bantu,iIndustri, dan pemerintah bisa bantu, kalau kita mencapai 100%, maka ke depan orang masuk Rumah Sakit  hanya perlu menggunakan KTP, pulang ambil KTP nya lagi itu tujuan saya. Tujuan murni ini tentunya tidak bisa ditanggung pemerintah sendiri. Tapi harus  bersama-sama kita memberikan bantuan dukungan agar  bisa terealisasi. Tidak ada yg tidak mungkin jika kita lakukan sungguh sungguh. Tidak ada kata sulit jika kita mau, pasti kita bisa. Semasa di masa kami, kami mohon bantu support,” lanjut Helldy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari menuturkan, bahwa kesehatan adalah hak asasi setiap orang. “Kesehatan adalah hak asasi setiap orang dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tentang jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang miskin dan yang tidak mampu menjadi tanggung jawab Pemerintah baik pusat maupun daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ratih mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. “Ini merupakan bagian dari program pemerintah yang juga bertujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera,” terangnya.

Kata Ratih, manfaat program ini juga diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan perorangan yang komprehensif. Mencakup pelayanan peningkatan kesehatan yang dikenal dengan istilah promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. (nah/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here