CILEGON – Inspektorat Cilegon memberikan bimbingan teknis kepada seluruh pegawainya terkait manajemen risiko dalam melaksanakan sebuah kegiatan.

Manajemen Risiko merupakan suatu pendekatan terstruktur atau metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan atau pengelolaan sumber daya.

Dalam kesempatan itu, Helldy mengatakan, prinsip-prinsip manajemen risiko akan menciptakan dan melindungi nilai (value).

“Artinya ada value yang menjadi bagian integral dari proses organisasi,” katanya, usai membuka kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon.

Lebih lanjut, Helldy menuturkan, ada beberapa perhatian yang harus diperhatikan oleh Inspektorat Kota Cilegon dalam mengelola manajemen risiko.

“Beberapa hal harus menjadi perhatian temen-temen dalam manajemen risiko, yaitu indikasi risikonya seperti apa, bentuk risiko mana yang terkecil dan risiko yang terbesar, setelah mengetahui bentuk risikonya, kemudian di analisis,” ungkapnya.

Selain itu, kata Helldy, kontrol dalam manajemen risiko juga menjadi hal yang sangat penting yang perlu diperhatikaan saat melakukan pengelolaan manajemen risiko.

“Manajemen risiko biasanya terjadi karena controling yang lemah,” sambungnya lagi.

Helldy kemudian menegaskan kembali bahwa Manajemen Risiko adalah bagian yang sangat penting.

“Manajemen risiko menjadi bagian yang sangat penting, bagian terpenting dari jantungnya. Oleh sebab itu pengelolaan manajemen risiko harus dilakukan dengan sangat baik,” imbuh Helldy.

Sementara, Kepala Inspektorat Cilegon Mahmudin menambahkan, bimtek tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut setelah Inspektorat mendapatkan penghargaan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dari yang sebelumnya level dua, naik menjadi level tiga.

“Karena sudah naik levelnya, makanya kita adakan bimtek internal dulu. Setelah itu, baru setiap OPD atau organisasi perangkat daerah akan kita berikan bimtek”, tambah Mahmudin.

Menurut Mahmudin, seluruh OPD harus melek bagaimana menerapkan manajemen risiko.

“Mulai dari kita dulu, baru nanti yang lainnya”, tandasnya. (nah/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here