CILEGON – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon telah menggelar rapat yang dilaksanakan pada Selasa, 13 September 2022 di kantor sekretariatnya di bilangan Rumah Dinas Walikota Cilegon.

Hasil dari rapat dan musyawarah tersebut akhirnya FKUB Kota Cilegon memutuskan tidak bisa memberikan rekomendasi kepada Walikota untuk mendirikan bangunan Gereja HKBP.

Sekretaris FKUB Kota Cilegon Agus Surahmat mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah pengurus.

“Musyawarah ini juga melalui berbagai tahapan dan upaya. Karena sebelum adanya rapat ini, terlebih dulu kita juga verifikasi di lapangan atau di lokasi tempat akan dibangunnya gereja,” ujar Agus.

Dengan demikian, maka hasil musyawarah benar-benar sudah melalui berbagai tahapan yang diperlukan. Seperti cek dan ricek di lapangan, menanyakan kepada warga, kepada lurah setempat, dan kepada unsur terkait.

“Maka berdasarkan data dan fakta tersebut akhirnya FKUB tidak memberikan rekomendasi permohonan pendirian Gereja HKBP Cilegon. Tidak diberikan rekomendasi dikarenakan tidak terpenuhinya syarat administrasi,” ujar Agus.

Agus menambahkan, FKUB juga sudah memverifikasi pada warga yang memberikan dukungan terhadap pendirian gereja tersebut.

“Dari 71 warga yang ramai dibicarakan memberikan dukungan, ternyata ada 51 orang yang mencabut dukungan tersebut dengan beragam alasan. Selain itu, ada juga 2 orang warga yang sudah tidak lagi tinggal di lingkungan tersebut,” tambah Agus.

Lebih dari itu, kata Agus, FKUB juga sudah membuat dokumentasi hasil survei ketika Rima FKUB turun ke lokasi untuk menemui warga yang mencabut dukungan.

“Ketika rapat barusan juga, kita hadirkan pihak-pihk terkait seperti Lurah Gerem, RT, RW, dan juga warga yang mencabut dukungan,” imbu Agus.

Lebih lanjut, kata Agus, FKUB juga terus mendapatkan surat pernyataan dari masyarakat umum, tokoh agama, pendekar,LSM, terkait ribuan penandatangan penolakan pendirian gereja.(rul/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here