CILEGON – SMKN 3 Cilegon yang berlokasi di wilayah Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang rupanya menyimpan beragam cerita menari lagi unik.

Sekolah ini benar-benar menggambarkan sebuah perjalanan hidup. Baik itu untuk sekolah itu sendiri, para guru, serta para siswanya.

Berdiri sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2019, sekolah ini masih belum diperhitungkan, baik dalam tingkat lokal,provinsi, maupun nasional.

Bahkan ketika awal-awal sekolah ini berdiri, menurut Ketua Komite SMKN 3 Cilegon Agus Surahmat, yang namanya ular itu masih sering nongol.

“Kadang ada ular di laci meja. Ada di halaman sekolah. Dulu itu masih ada. Tapi Alhamdulillah. Sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Selain sudah tidak lagi ada ular, kompetensi siswa dan guru pun sudah mulai diperhitungkan,” kata Ketua Komite SMKN 3 Cilegon Agus Surahmat kepada oeridab.com, Kamis, 19 Januari 2023 di Islamic Center Cilegon (ICC) mendampingi Kepala SMKN 3 Cilegon Muhammad Abror.

Namun sejak masuknya Muhammad Abror yang mendapatkan tugas sebagai kepala sekolah di SMKN 3 Cilegon pada tahun 2020, pelan tapi pasti. SMKN 3 Cilegon mulai mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

“Salah satu upaya agar kita bisa bersaing ya akhirny kita ikut program SMK Pusat Keunggulan (PK). Dari 14ribu sekian Alhamdulillah kita masuk kedalam sekitar 900 SMK PK,” ujar Abror.

Setelah menjadi SMK unggulan, maka gayung pun bersambut. Semua guru dan staf di-update dan diupgrade kompetensinya. Termasuk para siswanya.

“Kurikulum diselaraskan, kemampuan teknologi ditingkatkan. Pokoknya semua harus mengikuti standa pusat,” tutur Abror mantan Kepala SMKN 4 Cilegon ini.

Dikarenakan sekolah ini sudah menjadi SMK PK, maka untuk pemagangan siswanya pun berbeda dengan SMK biasa.

“SMK biasa kan cuma satu bulan untuk program pemagangan bagi siswa kelas XII. Sedangkan kita, siswa itu magang selama enam bulan,” imbuh Abror.

Jadi, siswa dan siswa SMKN 3 Cilegon ini kalau sudah magang, ketika lulus sudah bisa langsung bekerja. Dikarenakan diakui bagus penilaian oleh dunia kerja.

Lebih dari itu, untuk terus bisa memajukan sekolah ini, kata Abror, para anak didiknya juga selalu mengikuti berbagai macam lomba. Baik lomba secara akademis maupun non akademis.

“Untuk akademis,alhamdulillah. Lomba layanan wisata dan busana, kita dapat juara empat tingkat nasional. Kalau tingkat Kota Cilegon dan Provinsi Banten sudah otomatis juara satu,” cerita Abror.

Oleh sebab itu, karena sekolah ini sudah menjadi SMK PK dengan beragam prestasi yang diraih, maka alhamdulillah akhirnya mendapat bantuan dari pemerintah.

Abror berharap, dengan beragam pencapaian yang telah diraihnya, sekolah yang dipimpinnya bisa terus menghasilkan anak-anak didik yang berprestasi dan memberikan dampak positif bagi dunia kerja. (rul/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here