Cilegon- Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon Achmad Jubaedi dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra serta Dewan Pengawas Radio Mandiri FM Sutisna Abas, meninjau Kantor  Diskominfo Kota Cilegon sekaligus meninjau progres Command Center 112 , selasa (22/01). 

Usai meninjau Edi mengatakan, pelayanan Cilegon Smart City dan pelayanan mini Command Center 112 sudah cukup bagus. “Saya merasa bangga meski belum bisa setara dengan Kota Tangerang atau Tangerang Selatan dan saya berharap bisa lebih maksimal lagi . Akan tetapi saat ini sistemnya sudah terbilang sangat bagus,” kata Edi. 

Lebih lanjut, Edi berharap, agar mini command center bisa bermanfaat dan membawa berkah. Edi juga meminta agar seluruh organisasi perangmat daerah (OPD) tetap bersinergi dengan Diskominfo terkait dengan pelayanan 112.  “Semua program Smart City semoga terealisasi dengan baik dan juga mini Command Center dapat digunakan dengan baik terutama untuk pemantau keluhan serta aduan dari  masyarakat Kota Cilegon, ” harap Edi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Achmad Jubaedi mengatakan, beberapa layanan Cilegon Smart City masih butuh koreksi, meskipun belum sejajar dengan Kota Tangerang. Namun Diskominfo Kota Cilegon akan terus berupaya meningkatkan pelayanan Cilegon Smart City. “Kita akan terus memaksimalkan pelayanan Smart City seperti CCTV yang dipasang saat ini baru di alun-alun dan Landmark Kota Cilegon, dan  tahun ini kami juga ada pemasangan CCTV lagi di beberapa titik di Kota Cilegon agar semakin banyak sudut Kota yang bisa terpantau, titik traffic lalu lintas yang padat akan menjadi prioritas pemasangan CCTV tahun ini,” tutur Jubaedi. 

Selain itu Achmad Jubaedi mengungkapkan, pemantauan kota dari satu ruangan, pelayanan aduan 112 yang bisa diakses oleh warga Kota Cilegon saat ini masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi penyebab belum maksimalnya layanan aduan masyarakat. “Saat ini operator 112 hanya ada dua orang, padahal idelanya operator enam orang bekerja dengan sistem shift, layanan aduan masyarakat tersebut seharusnya standbye 24 jam karena kita kan bekerja untuk masyarakat,” ungkap Jubaedi.  (athallah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here