Pandeglang –¬† Sejak 30 Desember 2018 yang lalu, DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten, telah melaksanakan kegiatan Asperapi Peduli Tsunami Selat Sunda dengan melaksanakan kegiatan pendistribusian bantuan logistik, trauma healing, dan mendirikan dapur umum sejak tanggal 30 Desember 2018 hingga tanggal 12 Januari 2018.
Selanjutnya, pada Minggu (20/1/2019) Asperapi kembali melaksanakan kegiatan Asperapi Peduli Tsunami Selat Sunda tahap ke-2 dengan melaksanakan kegiatan trauma healing (dongeng dan pelatihan membuat kerajinan tangan), pendistribusian bantuan logistik, donasi untuk pendidikan, praktek urut cimande gratis, gotong royong, dan kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan sarana ibadah (musholla) di Kampung Batu Hideung, RT 02/012, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang Banten.
“Alhamdulillah, tahap pertama sudah dilaksanakan yaitu membuka dapur umum, bingkisan pengungsi, traumatic healing dan barbeqiu di Wilayah Panimbang, membuat 500 nasi bungkus sejak tanggal 30 Desember 2018 sampai tanggal 12 Januari 2019,” ungkap Deden Sunandar selaku Ketua DPD Asperapi Banten di sela kegiatan.
Tahap 2, lanjutnya, bersama keluarga Besar Pendekar Nusantara Peduli, Komunitas ODOJ Banten, Harian Umum Kabar Banten, dan beberapa mitra lainnya, kegiatan Asperapi Peduli di isi dengan membangun sarana ibadah di lokasi bencana.
“Kegiatan hari ini meliputi peresmian posko bersama pembangunan sarana ibadah, kerja bakti ngecor pondasi musholla, bingkisan alat sekolah dan sembako. Untuk pembangunan musholla ini, kami targetkan pembangunan bisa selesai selama 60 hari,” jelasnya.
Deden menambahkan, DPD Asperapi Banten selaku pelaksana kegiatan Asperapi Peduli  Tsunami Selat Sunda dan juga Koordinator Pembangunan Sarana Ibadah Aksi Bersama, mengajak kepada keluarga besar Asperapi, masyrakat umum, dan lintas stakeholder yang ingin memiliki tabungan di Surga, dan dibuatkan istana megah dengan ikut membangun musholla di lokasi bencana, dapat berkoordinasi dengan menghubungi dirinya secara langsung di nomor telepon (0817569990) atau bisa juga melalui saudara Aziz di nomor (082379797915).
“Bisa juga menyalurkan donasinya dengan tranfer melalui rekening BNI 5905900087, atas nama DPD ASPERAPI BANTEN,” tandasnya.
Sementara itu, Jaka Ketua Forum Lintas Pendekar juga selaku Ketua Pelaksana pembangunan musholla menyampaikan, sebelum pelaksanaan yang dilaksanakan Minggu (20/1/2019) hari ini, tim yang terdiri dari para pendekar sudah tiba di lokasi pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 (1 hari sebelumnya), dengan membawa logistik dan perlengkapan untuk kesekretariatan atau posko bersama pembangunan musholla.
“Kegiatan Asperapi Peduli yang di sinergikan dengan kegiatan Pendekar Nusantara Peduli sudah dimulai sejak 30 Desember 2018 yang lalu. Tahap pertama kita mendirikan dapur umum selama 13 hari, dimana setiap harinya para pendekar mendistribusikan nasi bungkus secara langsung kepada para korban sebanyak 300 hingga 500 bungkus perhari. Hari ini alhamdulillah kita mulai tahap kedua, yang difokuskan kepada pembangunan musholla,” ungkap Jaka.
Dirinya melanjutkan, di musholla yang hancur akibat terjangan tsunami ini rencananya akan dibangun monumen tsunami Panimbang-Selat Sunda yang Insya Allah, kedepan musholla ini akan menjadi tempat silaturahmi tahunan para pendekar Nusantara dan seluruh yang ikut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan Tsunami Selat Sunda.
“Akan dibangun monumen dan setiap tahun akan menjadi tempat bagi kita untuk menggelar kegiatan do’a bersama, berdzikir, dalam rangka mengenang peristiwa tsunami dan akan kita konsep menjadi destinasi wisata tambahan di Banten, dengan harapan kedepan banyak wisatawan yang akan berkunjung kesini, sehingga masyarakat sekitar bisa hidup dengan adanya musholla dan monumen ini,” jelasnya.
Untuk diketahui, sampai tanggal 14 Januari 2019 total donasi yang terkumpul saat ini sebesar Rp. 36.151.000,-, dan juga donasi lainnya dalam bentuk sembako, obat-obatan, perlengkapan mandi, perlengkapan sholat, dan baju layak pakai.
Untuk donasi dalam bentuk uang yang terpakai pada kegiatan tahap pertama sebesar Rp. 10.851.000,- dan tersisa Rp. 25.300.000,- yang dijadikan saldo awal untuk pembangunan musholla, ditambah dengan dana dari rekan/mitra Asperapi Pusat sebesar Rp. 25.000.000,-, sehingga total dana awal untuk pembangunan musholla sudah terkumpul sebanyak Rp. 50.300.000,-.
“Estimasi dana untuk pembangunan musholla sebesar Rp 135.000.000,-. Saat ini sudah terkumpul Rp. 50.300.000,- sehingga masih dibutuhkan dana sebesar Rp. 84.700.000,-. Untuk itu kami berharap, semoga diluar sana masih ada saudara-saudara kita yang ingin ikut berpartisipasi dalam rangka merealisasikan pembangunan musholla ini,” tambah Jaka.
Adapun total donasi yang terkumpul merupakan sumbangan dari beberapa perusahaan yang tergabung di Asperapi baik pusat maupun daerah dan juga dari beberapa mitra dan komunitas seperti PT Kayanna, PT Care U, CV Putra Lebak Mandiri (Palem), PT Dwi Cipta Perdana (Dwipa), PT Lintas Gagas Bersama (Ligar), Yayasan Kami Peduli, Rumah Kreasi Adenis, Bantensatu.co, Donasi Event Serang Expo, Cahaya Berkah Tour and Travel, Komunitas Wisata Halal, Murah Ban, PT Heaterindo Teknik, BPPkB Tangerang, Prides Online Community and Friends, Komunitas Obeng Vili, Pemuda Pemudi Jambi Berbagi (PPMJ), MXRC Indonesia, Pelestari Seni Golok Indonesia, dan beberapa donatur lainnya baik individu maupun kelompok. (aurel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here